Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Purworejo

Tarian Dolalak Lentera Jawa Memukau Penonton di Stockholm

Tarian Dolalak Lentera Jawa Memukau Penonton di Stockholm

Pada tanggal 24 Juli 2019 yang lalu Bupati Purworejo Bapak Agus Bastian, SE, MM telah melepas keberangkatan Duta Seni Kabupaten Purworejo di Bandara Sukarno Hatta Jakarta untuk berangkat ke Swedia. Berbekal pengalaman, keahlian dan semangat yang kuat, Duta Seni Purworejo yang beranggotakan 8 orang telah berhasil melaksanakan tugas dari Pemerintah Kabupaten Purworejo. Lebih lanjut disampaikan oleh Helmi Fuad selaku pimpinan rombongan bahwa rombongan telah sampai di Stockholm Swedia pada Hari Kamis 25 Juli 2019 pukul 10.00 waktu setempat. Pada sore harinya rombongan langsung mengikuti kegiatan gladi bersih di lokasi kegiatan yaitu di Kungstradgarden. Latihan berlangsung dari pukul 15.00 sampai dengan 20.00. Walaupun masih jetlag tetapi Duta Seni kita tetap semangat mengikuti sesi gladi bersih.

Memasuki hari kedua di Swedia, bertepatan dengan hari Jumat Festival Kampung Indonesia secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Festival Kampung Indonesia merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh KBRI Stockholm dalam rangka memperkenalkan Indonesia di kawasan Eropa khususnya di Swedia. Kegiatan ini sudah berlangsung selama 3 tahun berturut-turut dan pada Tahun 2019 ini KBRI Stockholm mengundang para seniman terkenal dari Indonesia, antara lain Saung Angklung Udjo, Orokaya Rhythm of Sunda, Ayu Azhari dan Sintang Dance Grub. Sangat beruntung sekali Pemkab Purworejo mendapat kehormatan untuk diundang sebagai salah satu penampil dalam kegiatan ini. Hal ini tidak lain berkat kunjungan Bapak Bupati Purworejo di Bulan Juni lalu ke Swedia dalam rangka penandatanganan kerjasama dengan supertext, sebuah perusahaan telekomunikasi terkenal di Swedia. Di Hari pertama Festival Kampung Indonesia ini, Duta Seni Purworejo tampil membawakan 4 buah tarian, dimulai dengan Dolalak Lentera Jawa pada sesi pertama kemudian Merak Subal pada sesi kedua, dilanjutkan dengan tari Tatag di sesi ketiga dan sebagai penutup pada sesi keempat dibawakan tari Kuda Kepang Gladhen. Pengunjung di Kungstradgarden tampak sangat antusias dan terhibur dengan sajian kesenian dari Duta Seni Purworejo, mereka bahkan ikut berjoget mengikuti musik tarian. Bahkan setelah selesai menari di panggung, para pengunjung rela antri untuk bisa berfoto bersama Duta Seni Purworejo. Festival Kampung Indonesia selain menampilkan pagelaran seni budaya juga dimeriahkan dengan stand-stand promosi wisata, penjualan produk asli Indonesia dan juga kuliner Indonesia. Festival di Hari Pertama diakhiri tepat pada pukul 20.00 waktu setempat.

Di hari kedua pelaksanaan Festival Kampung Indonesia masih berada di lokasi yang sama. Acara dimulai pada pukul 10.00 dengan sambutan dari Duta Besar RI untuk Stockholm Bapak Bagas Hapsoro yang langsung dirangkai dengan Tarian Dolalak Lentera Jawa. Tidak salah menempatkan tarian ini sebagai pembuka acara. Para pengunjung langsung merengsek mendekati panggung setalah mendengar irama rancak Dolalak Lentera Jawa, apalagi setalah melihat gerak lincah para penari. Pada sesi berikutnya Duta Seni Purworejo kembali membawakan tarian Merak Subal dan Kuda Kepang Gladhen. Sebagai penutup acara diadakan sesi menari bersama pengunjung dan Duta Seni Kabupaten Purworejo tampak tampil di depan untuk memandu sesi ini. Panitia penyelenggara Kampung Indonesia menyatakan sangat puas dengan kegiatan pada tahun ini yang dinilai lebih ramai dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pada hari keempat di Swedia dselenggarakan kegiatan ramah tamah di Wisma Duta Besar. Seluruh penampil dan keluarga besar KBRI diundang dalam acara tersebut. Acara diawali dengan sambutan Duta Besar RI, beliau menyampiakan ucapan terima kasih kepada seluruh partisipan kegiatan Festival Kampung Indonsia. Dilanjutkan dengan pesan kesan dari perwakilan penampil. Helmi sebagai Perwakilan dari Kabupaten Purworejo, selain menyampaikan kesan-kesan juga menyerahkan cinderamata berupa Kopi Asli Purworejo dan Juga 5 buah kuda lumping kepada Duta Besar. Acara ramah tamah diakhiri dengan sesi foto bersama. Hari keempat ini juga merupakan hari terakhir Duta Seni Purworejo berada di Swedia, karena pada pukul 18.00 sudah harus terbang kembali ke Indonesia. Rombongan diantar ke bandara oleh staf kedutaan dan sebelumnya diajak berkeliling untuk melihat keindahan Kota Tua Stockholm.

Leave a Reply

Close Menu