Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Purworejo

Makam Gagak Handoko

Deskripsi :

Komplek Makam Gagak Handoko terletak di puncak Gunung Damar. Jalan masuk menuju makam berupa undak-undakan 84 buah kondisi sekarang rusak. Makam terletak di dalam sebuah bangunan baru, setangku, atas limasanditutup genteng press plentong. Pondasi batu, struktur beton, dinding batu bata diplester. Lantai tanah dan tapak lebih tinggi dari tanah. Orientasi makam ke arah selatan dan bagian depan dibatasi oleh pagar tembok setengah dinding dengan gapura pintu masuk. Terdapat beberapa bagian yaitu halaman, teras dan ruang utama. Teras dan ruang utama dibatasi pagar ram kayu dengan pintu kupu tarung ram kayu.

Bagian halaman jalan masuk berupa tatanan batu bata dari pintu gerbang ke bangunan utama. Di halaman ini terdapat makam kerabat Gagak handoko. Bagian teras terdapat makam kerabat gagak Handoko tanpa jirat dan hanya memakai nisan kayu. Ruang utama lebih tinggi dari ruang teras dan terdapat makam Gagak Handoko beserta istri dan merupakan makam tanpa jirat dengan nisan kayu jati.kedua makam ini dinaungi cungkup tanpa dinding ditopang oleh 4 buah soko.

Dinding soko diselimuti kain putih dan kain-kain hitam di atapnya. Sebelah kiri terdapat 3 makam yaitu makam Kromodimuryo, gagak Kemitir I, Nyai Gagak Kemitir I. Di sebelah timur terdapat lima makam yaitu makam Nyai Widowati, Nyai Wilosrobo, Nyai Kililusi, dan 2 makam tanpa nama. Semua makam tanpa jirat, hanya memakai nisan kayu jati.

Arti penting : integritas setting masih dipertahankan. Autentisitas bangunan telah berubah, jirat dan nisan masih asli. Dan dilihat dari keletakannya yang berteras, menunjukkan adanya tingkatan status sosial. Teras paling tinggi mempunyai tingkat sosial lebih tinggi dari pada teras dibawahnya.

 

Latar Sejarah :

Gagak Handoko merupakan Adipati Loano paling akhir yang wafat pada tahun 1836. Beliau merupakan senopati Pangeran Diponegoro pada masa Perang diponegoro di kawasan Bukit Menoreh dan Loano. Keberadaan Gagak Handoko berkaitan erat dengan dengan sejarah berdirinya Kabupate Purworejo.

Leave a Reply

Close Menu