Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Purworejo

Wisata Budaya Purworejo

Kebudayaan sebagai salah satu aspek dalam pariwisata dapat dijadikan sebagai suatu potensi dalam pengembangan pariwisata itu. Pengembangan kepariwisataan yang bertumpu pada kebudayaan lebih lanjut diistilahkan dengan pariwisata budaya. Dengan kata lain, pariwisata budaya adalah satu jenis kepariwisataan yang dikembangkan bertumpu pada kebudayaan Segala aspek yang berhubungan dengan pariwisata, seperti promosi, atraksi, manajemen, makanan, cinderamata, hendaknya selalu mendayagunakan potensi-potensi kebudayaan.

Pariwisata, apabila dikembangkan dengan baik dan sesuai maka pariwisata dapat digunakan sebagai pelestari kebudayaan.

Kabupaten Purworejo merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dengan Ibu Kota yang berada di Kota Purworejo. Kabupaten Purworejo memiliki potensi wisata alam yang sangat menarik untuk dikunjungi. Tidak hanya wisata alam, Kabupaten Purworejo juga memiliki daya tarik wisata lain yaitu wisata budaya. Wisata budaya yang sedang dikembangkan oleh pemerintah Kabupaten Purworejo adalah Museum Tosan  dan Tari Dolalak.

  1. Museum Tosan Aji

Museum Tosan Aji merupakan museum khusus yang menyajikan satu jenis yaitu Tosan Aji (keris). Tosan Aji merupakan salah satu hasil budaya bangsa sebagai warisan nenek moyang yang menunjukan salah satu identitas budaya bangsa. Seiring perkembangannya, Museum Tosan Aji tidak hanya menyajikan koleksi Tosan Aji saja, namun juga menampilkan berbagai koleksi benda cagar budaya yang banyak ditemukan di wilayah purworejo, baik pada masa prasejarah maupun masa klasik.  Koleksi dimiliki lebih dari 1152 bilah dari keris, pedang, tombak, kujang / kudi, Cundrik Granggang yang berasal dari masa Kerajaan Pajajaran, Majapahit hingga sekarang, dan Gamelan Kuno Kiyai Cokronegoro, hadiah dari Sri Susuhan Paku Bowono VI kepada Bupati Purworejo Pertama Cokronegoro serta arca, prasati, lingga, yoni, fragmen lumping, guci, beliung, batu gong, gerabah menhir, dan fosil.

Kedepannya, museum Tosan Aji tidak hanya sebagai museum yang hanya menyajikan koleksi tosan aji, tetapi juga sebagai media pembelajaran bagaimana tosan aji ini dijamas/dicuci.

  1. Tari Dolalak

Kesenian tari Dolalak merupakan sabuah tarian rakyat yang menjadi primadona tari tradisional di Purworejo. Tarian yang sudah eksis sejak sekitar 85 tahunan ini telah merebak hampir di setiap desa di wilayah Purworejo. Sejarah terciptanya tarian Dolalak yang menjadikan tarian khas dari Purworejo ini konon bermula dari peniruan oleh beberapa pengembala terhadap gerakan tarian dansa serdadu Belanda. Penamaan Dolalak diambil dari dari dominannya notasi nada do – la – la yang dinyanyikan serdadu Belanda untuk tarian dansa mereka. Sebagai kesenian rakyat asli Kabupaten Purworejo,

Kesenian Dolalak telah mengalami pasang surut dalam perjalanannya dari masa ke masa. Perkembangan terjadi dalam segala aspek, mulai dari gerak, pola lantai, iringan, tata busana, tempat pertunjukan hingga sesaji. Pengaruh perkembangan Kesenian Dolalak terhadap kehidupan masyarakat Purworejo:

  • Kesenian Dolalak sebagai ruang ekspresi masyarakat, menjadi wahana untuk mengungkapkan keinginan, perasaan, pikiran melalui berbagai bentuk aktivitas sehingga akan menimbulkan kesenangan dan kepuasan.
  • Mengembangkan Wawasan Budaya Masyarakat. Dengan sikap peduli yang dimiliki maka masyarakat akan mempunyai rasa bangga, cinta, dan gemar untuk melestarikan Kesenian Dolalak.
  • Meningkatkan Potensi Kreatif Seniman Dolalak
  • Mengembangkan Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat. Contohnya dalam setiap pementasan Kesenian Dolalak di Desa Kaliharjo, semua masyarakat bergotong royong melengkapi keperluan yang dibutuhkan pada saat pementasan. Seniman Dolalak yang tinggal di Desa Kaliharjo merupakan wilayah pedesaan, sebagaian besar memanfaatkan alam sebagai sumber kehidupannya. Kegiatan berkesenian hanya dijadikan sebagai sumber penghasilan tambahan disela-sela waktu luang pekerjaan mereka

Kesenian Dolalak Sebagai Media Pendidikan Bagi Masyarakat. Perkembangan Kesenian Dolalak membuat masyarakat memiliki pola pikir lebih terbuka untuk mempelajari perkembangan tersebut serta dapat menumbuhkan karakter yang positif bagi generasi penerus Kesenian Dolalak. Adanya pelatihan Dolalak secara rutin membuat anak-anak Desa Kaliharjo semakin antusias dalam kegiatan kesenian (er-003)

Tinggalkan Balasan

Close Menu